MAJELIS DZIKIR NURUL HIKAM

Tentang MDNH

Mengenal lebih dekat Majlis Dzikir Nurul Hikam, makna, tujuan, visi, misi, pembimbing, dan perjalanan batin yang menjadi dasar majelis.

“Awwalu diini ma’rifatullah, awal mula agama adalah mengenal Allah. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

TENTANG MDNH

Majelis Dzikir Nurul Hikam

MDNH adalah singkatan dari Majlis Dzikir Nurul Hikam, sebuah pelita yang menyala di tengah hiruk-pikuk dunia — tempat para pencari kebenaran berkumpul untuk menenangkan hati, menyucikan jiwa, dan melangkah di jalan Tasawuf yang lurus.

Selengkapnya →

🎯 Tujuan

Menyatukan hati dalam Dzikir, ilmu, dan amal sholeh.

◉ Visi

Menjadi majlis yang memberi cahaya kebijaksanaan bagi semua.

☷ Misi

Mendalami Al-Hikam, menghidupkan dzikir dan menebar manfaat.

♙ Pembimbing

Abah Setu — KH. Ir. Asep Setiawan, MM.

“Manusia tidak akan mendapatkan ketenangan sejati, sebelum ia mengenal Tuhannya dengan hati.”

— MDNH

✨ Tentang Kami

MDNH adalah singkatan dari Majlis Dzikir Nurul Hikam, sebuah pelita yang menyala di tengah hiruk-pikuk dunia — tempat para pencari kebenaran berkumpul untuk menenangkan hati, menyucikan jiwa, dan melangkah di jalan Tasawuf yang lurus.

Kami berpegang pada hakikat yang sejati:

"Awwalu diini ma'rifatullah — awal mula agama adalah mengenal Allah.
Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya."

Kami hadir untuk memahami hakikat diri terlebih dahulu — menyingkap siapa kami sebenarnya, dari mana kami datang, dan kepada siapa kami kembali — agar sampai pada puncak makrifat: mengenal Tuhan bukan dari cerita orang lain, melainkan dengan kesaksian hati sendiri. Hingga terwujud apa yang kami dambakan: manunggaling kaula Gusti — hamba kembali kepada asalnya, menyadari bahwa segala sesuatu hanyalah milik-Nya, dan hanya Dia lah yang kekal, abadi, tak pernah berubah.

✨ Makna Nama — Majlis Dzikir Nurul Hikam

Nama ini bukan sekadar sebutan, melainkan inti dari keberadaan kami:

📿 Majlis

Bukan sekadar ruang atau bangunan tempat duduk bersama. Hakikatnya adalah pertemuan hati yang menyatu dalam kerinduan kepada Allah. Di sini tak ada sekat tinggi-rendah, kaya-miskin, tua-muda. Semua sama: hamba yang berharap kasih-Nya. Majlis adalah cermin persaudaraan batin — tempat saling mengingatkan, saling menguatkan, dan saling mendoakan di jalan yang lurus.

💫 Dzikir

Bukan sekadar gerakan bibir atau hitungan di tasbih. Hakikat dzikir adalah kehadiran jiwa kepada Allah di setiap keadaan. Dzikir yang sejati tak terbatas pada lisan — ada dzikir lisan, dzikir hati, hingga dzikir yang melampaui kata: laa sautin laa harfin — tak bersuara, tak berhuruf, di mana hati sendiri yang berbicara langsung kepada-Nya. Dzikir adalah menjaga ingatan kepada-Nya di saat sendiri maupun bersama, di saat lapang maupun sempit.

🌟 Nurul Hikam

Terdiri dari dua cahaya yang menyatu: Nur artinya cahaya, Hikam artinya kebijaksanaan yang mendalam. Gabungannya bermakna Cahaya Kebijaksanaan — cahaya yang menembus kegelapan kebodohan batin, cahaya yang membuka tabir hakikat, cahaya yang mengantar dari sekadar mengetahui menuju makrifat yang sesungguhnya. Inilah cahaya yang dipancarkan dari setiap petuah, setiap renungan, setiap langkah yang diambil di majelis ini.

Ketiganya menyatu:
"Majlis tempat berkumpulnya jiwa-jiwa yang berdzikir, menyinari diri sendiri maupun sesama dengan cahaya kebijaksanaan — itulah Majlis Dzikir Nurul Hikam."

🎯 Tujuan

Mencapai makrifatullah yang sempurna — mengenal Allah SWT dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan penyerahan diri yang utuh. Agar setiap insan mengenal hakikat dirinya, menyadari bahwa ia berasal dari Allah, milik Allah, dan kepada-Nya lah ia kembali. Hingga terwujud manunggaling kaula Gusti: hamba pulang kepada Tuhannya, tak terpisahkan lagi oleh kelalaian atau kealpaan.

👁️ Visi

Menjadi pelita yang tak pernah padam — menebarkan cahaya Tasawuf yang lurus, hakikat yang murni, dan makrifat yang sejati di tengah masyarakat. Menjadi tempat di mana agama dipahami bukan sekadar aturan, melainkan jalan pulang kepada kasih Allah; di mana setiap orang diajak mencintai-Nya dengan hati yang tulus, tanpa kepura-puraan, tanpa topeng.

⚡ Misi

  • 📖 Mendalami dan mengamalkan ajaran Kitab Al-Hikam karya Syech Ibnu Athaillah — menata batin, membersihkan sifat tercela, menumbuhkan sifat terpuji
  • 🕌 Mengadakan Manaqib Syech Abdul Qodir Al-Jailani sebulan sekali, pada Malam Jumat awal bulan — mengambil teladan kesetiaan dan cinta kepada Allah
  • 🌙 Menggelar Dzikir At-Taqoh — 70.000 kali Laa ilaha illallah dan Shalawat Nariyah — 4.444 kali pada Sabtu malam Minggu akhir bulan — menyatukan hati dalam satu irama kerinduan
  • 💡 Mengingatkan setiap jamaah akan mutu qobla antamutu — kenali dirimu sebelum berpulang, jalani mati sebelum mati — mati dari nafsu sebelum kematian tiba
  • ✨ Menyadarkan hakikat diri: Anta samsun, anta badrun — yang bersinar itu Ruh-mu, yang tampak itu Jasad-mu. Keduanya menyatu dalam cahaya Nur Muhammad yang ada di dalam dirimu
  • 🤝 Membuka pintu bagi siapa saja yang rindu — tanpa memandang asal, status, atau ilmu. Hati yang rindu adalah tiket masuk sejati ke hadirat-Nya

📿 Pembimbing

Segala langkah kami dijalankan di bawah bimbingan, arahan, serta petuah luhur Pangersa Guru kami:

KH. Ir. Asep Setiawan, MM
— yang disapa dengan penuh hormat dan kasih sebagai AbahSetu

Beliau bukan sekadar pengajar, melainkan penuntun yang membimbing kami menembus selubung luar menuju inti batin. Di bawah tuntunan beliau, kami diajak membedakan mana yang tampak dan mana yang kekal — menyadari hakikat kehidupan, menapaki jalan Tasawuf dengan akhlak yang memancar, hingga menumbuhkan cahaya makrifat di setiap sudut hati.

📍 Lokasi

Jalan Sami Aji, RT.03/01 No. 26, Desa Telajung,
Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Tempat yang sederhana, namun di sanalah cahaya dinyalakan. Pintu kami terbuka lebar bagi siapa yang membawa kerinduan.